Analisis SPSS
Senin, 02 Juli 2012

Uji T Paired dengan SPSS

Paired T Test


Paired T Test digunakan sebagai uji komparatif atau perbedaan apabila skala data kedua variabel adalah kuantitatif (Interval atau Rasio).

Syarat Uji T Paired adalah perbedaan dua kelompok data berdistribusi normal. Maka harus dilakukan terlebih dahulu dengan uji normalitas pada perbedaan kedua kelompok tersebut.
Anda dapat menggunakan uji normalitas antara lain:
Shapiro Wilk
Lilliefors
Kolmogorov Smirnov

Untuk Uji T Paired dengan menggunakan Excel, Baca Artikel kami yang berjudul: "T Paired dalam Excel".

Kita Mulai Saja:
Cara melakukan uji T Paired di SPSS (Uji Beda Berpasangan Kuantitatif).




Buat Variabel seperti di atas!






Pindah ke Data View

Isi dengan Data (contoh: Berat Badan Sebelum dan Sesudah Minum Suplemen)






Klik pada menu, Analyze, Compare Means, Paired Sample T Test




Tampil jendela:






Masukkan ke dua variabe:

Klik Options; tentukan tingkat kepercayaan (Contoh: 95 % / Alfa 0,05)



Klik Continue:

Klik OK




Akan Muncul Jendela Output



Baca Output:





Correlation: Nilai Korelasi/hubungan antara 2 variabel tersebut: Hasil 0,991 artinya hubungan kuat dan positif.

Sig.: tingkat signifikansi hubungan: Hasil 0,000 artinya signifikan pada level 0,01.

Df: degree of freedom (derajat kebebasan) : Untuk uji T Paired selalu N- 1. Di mana N adalah jumlah sampel.

T = nilai t hitung: hasil 1,000: Harus dibandingkan dengan t tabel pada DF 19. Apabila  t hitung > t tabel: signifikan.

Sig. (2-tailed): Nilai probabilitas/p value uji T Paired: Hasil = 0,330. Artinya: Tidak ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Sebab: Nilai p value > 0,05 (95 % kepercayaan).

Mean: 0,250. Bernilai Positif: Artinya terjadi kecenderungan penurunan berat badan sesudah perlakuan. Rata-rata penurunannya adalah 0,250.

Sekian: Terima Kasih.

ANWAR HIDAYAT

Anda Juga Dapat Mendownload File ini dalam bentuk PDF di Link ini:

119 comments :

  1. Nek skalane nggo nominal-ordinal nggo opo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji T Paired adalah uji komparatif apabila skala data variabel adalah kuantitatif (interval/ratio) yang berdistribusi normal dengan sifat berpasangan/related.
      Sedangkan apabila uji komparatif pada skala data yg lebih rendah, maka pilihan harus disesuaikan dengan sifat pasangan: bebas atau related, nominal atau ordinal, dan jumlah kategori.
      Apabila dua variabel dengan skala beda, contoh nominal dengan ordinal, maka digunakan uji yang layak digunakan pada skala terendah, yaitu uji nominal. Jadi kita bisa gunakan uji chi-square. (Lihat Buku SPSS Untuk Penelitian Non Parametris Karangan Santoso Singgih)

      Hapus
  2. Uji T Paired adalah uji komparatif apabila skala data variabel adalah kuantitatif (interval/ratio) yang berdistribusi normal dengan sifat berpasangan/related.
    Sedangkan apabila uji komparatif pada skala data yg lebih rendah, maka pilihan harus disesuaikan dengan sifat pasangan: bebas atau related, nominal atau ordinal, dan jumlah kategori.
    Apabila dua variabel dengan skala beda, contoh nominal dengan ordinal, maka digunakan uji yang layak digunakan pada skala terendah, yaitu uji nominal. Jadi kita bisa gunakan uji chi-square. (Lihat Buku SPSS Untuk Penelitian Non Parametris Karangan Santoso Singgih)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Desainnya one group pre-post test. datanya ordinal (sesuai dg pertanyaanku yg di jenis data).
      Kalo ak browsing, kok banyak yg pake paired T test yo? ad jg yg pake Wilcoxon.
      What d'u think?

      Hapus
    2. Paired T Test hanya digunakan untuk data kuantitatif dengan syarat: kedua array nilai (pre dan post) mempunyai jumlah sama dan bersifat homogen. Jumlah sama contohnya: array pre test 20 data Berat Badan dan array post test juga sama 20 data berat badan. Karena harus homogen maka perlu uji homogenitas, maka dilakukan uji Kolmogorov smirnov. Apabila P value > batas kritis 0,05 maka layak dilakukan uji T Paired. Bila syarat tidak terpenuhi, maka sebaiknya lakukan uji match pairs wilcoxon test.

      Hapus
  3. kalau menngunakan pretest posttest control group design, cara pngambilan sampel total sampling. judulnya variabel pertama itu penyuluhan, variabel kedua peningkatan pengetahuan. itu bisa pakai skala apaa? trs pake uji paired T test apa bisa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya skala interval, sebab pengetahuan berisi angka atau numeric. Pakai Paired T test bisa sebab data berpasangan.

      Hapus
    2. Perlu dingat, dengan T Paired anda hanya membedakan pengetahuan sebelum dan sesudah perlakuan. Yang didapat pada t paired: Ada perbedaan apa tida, berapa rata2 perbedaannya dan ada peningkatan, penurunan atau tetap. Jika anda ingin mengetahui pengaruh dan seberapa besar pengaruhnya, anda mungkin membutuhkan uji yang lain yaitu uji regresi. Dengan regresi anda bisa dapatkan model atau persamaan regresinya. Jadi seberapa besarkah pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan.

      Hapus
  4. SAYA mahasiswa program studi kebidanan, mz kalau skala yang digunakan kan pakai interval. la itu kan harus di uji normalitas datanya, kalau datanya tidak normal pke apa mz... mksih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada T Paired yang diuji normalitasnya adalah perbedaan antara variabel 1 dan 2 atau pre dan post, jadi bukan pada datanya. Jika tidak normal: lakukan transformasi yang tepat. Jika tetap anda sebaiknya tambah sampel atau buang outlier (sampel dengan angka ekstrim). Jika tetap tidak normal, maka gunakan uji nonparametris: Friedman test atau Kendall W.
      Jika tidak normal, anda boleh langsung gunakan uji nonparametris, tetapi itu pemborosan informasi.

      Hapus
  5. aku mau uji beda soal individu,, itu hrs bagaimana??
    di uji persoal atau spt apa??
    mohon segera dibalas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sulit bagi saya memahami pertanyaan anda yang sangat pendek, harap diperjelas...

      Hapus
    2. Maaf mas, tolong bantuannya. Saya punya data perubahan skor dua kelas yang saya matching, kelas A dg perlakuan x dan kelas B dg perlakuan y. Saya ingin mengetahui pengaruh x terhadap A atau pengaruh y terhadap B yang lebih baik. Yang benar menggunakan pair atau independen? Saya menggunakan spss 13, apa yang harus saya lakukan? Makasih banyak mas atas bantuannya.

      Hapus
    3. Kalau melihat data anda, data berasal dari subjek berbeda, maka independen t test adalah yang tepat digunakan.

      Hapus
  6. Klo uji independen yang hanya diketahui means n dan std deviasi caranya bagaimana??

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak paham maksud pertanyaan anda. Independen berarti bebas atau sumber data berasal dari subjek yg beda. Sedangkan uji T ada 3: independen, related dan student. Setiap uji T yang menjadi patokan adalah nilai means. Beda tidak antara kedua means? itu maksudnya.

      Hapus
  7. Mohon penjelasannya tentang matching data dan t paired. Dari dua kelas diberi pretest, kemudian data dimatching. Kelas A diberi perlakuan x, kelas B diberi perlakuan y. Kemudian kedua kelas diberi posttest. Jika menggunakan uji t paired, bagaimana memasukkan data pada spss-nya dan bagaimana mengetahui perbedaan perlakuan yang lebih baik? Makasih banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Model anda: A dg X. B dg Y. Sama saja dengan X dan Y. Pada X ada pre dan post. Pada Y ada pre dan post. Jadi tidak ada yang sulit sebenarnya. Sebab Uji T Paired hanya bisa digunakan untuk membandingkan antara 1 kelompok dengan 1 kelompok. Pada model anda saya lihat ada 2 kelompok, di mana masing-masing kelompok ada 2 kelompok. Maka uji t paired tidak berlaku di sini. Tetapi anda masih bisa menggunakannya dengan 2 kali pengujian berbeda. T Paired pre dan post pada kelompok A dan T paired pre dan post pada kelompok B.
      Jika anda ingin mengetahui perbedaan pre dan post dengan interaksi antara kelompok A dan B, maka model ANOVA akan lebih tepat digunakan: Two Way Anova.
      Jika anda kesulitan untuk menata data anda bisa menggunakan JASA BANTUAN OLAH DATA kami. Kirimkan data anda ke emal kami dan konfirmasi dengan sms. Terima kasih.

      Hapus
  8. mas mohon bantu ya, untuk subjek 2 orang menggunkan quasi one group pre-post design, analisis datanya pake apa ya ? untuk melihat efektifitas konseling dalam meningkatkan motivasi karyawan ? terima kasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. One Group pre post itu tidak menggunakan kontrol, treatment ada diantara pre dan post, Maka subjek dari 1 sumber, berarti related/berpasangan. Maka uji T Paired dapat digunakan. Jika anda mengatakan dari 2 subjek, apakah anda tidak salah menyebut desain experimentnya? Kalau menggunakan kontrol, kiranya anda memakai true experiment.

      Hapus
  9. Mohon maaf sebelumnya ms,, saya mau tanya… untuk untuk melihat apakah ada perbedaan antara sebelum dan sesudah perlakuan dilihat dari t hitung pada output paired sampel t test bagaimana ya, sedangkan untuk nilai sig 2 tailed sudah 0,000 atau < 0,05. Terimakasih…

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada 2 metode dalam menjawab hipotesa pada uji t, yaitu dengan membandingkan t hitung dan t tabel pada df N - 1 dan dengan membandingkan p value atau signifikansi dengan batas kritis (0,05, 0,01, atau yang lain). Anda sudah bisa menyimpulkan atau menjawab hipotesis hanya dengan melihat nilai sig 2 tailed, sig. anda nilainya 0,000 < 0,05 dan juga < 0,01, maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan signifikan pada derajat kepercayaan 95% dan 99%. Apabila anda ingin menggunakan t hitung, maka bandingkan dengan t tabel pada DF N-1. N adalah jumlah sampel. Apabila Sampel anda 30, maka DF = 30 - 1 = 29. Apabila T Hitung > T Tabel, maka ada perbedaan signifikan atau H1 diterima dan H0 ditolak.

      Hapus
    2. T Tabel juga ada berbagai macam berdasarkan derajat kepercayaan. Jadi anda juga dapat membandingkan pada derajat kepercayaan anda, apakah 95% atau 99%. 95% artinya tingkat kebenaran atau dapat mewakili populasi atau dapat digunakan untuk generalisasi adalah sebesar 95%. 95% sama dengan 0,95. Maka tingkat kesalahan atau batas kritis = 100% - 95% = 5%, jika didesimalkan jadi 0,05.

      Hapus
  10. mw tnya saya melakukan penelitian terkait adanya suatu peraturan pajak pajak baru. di dalamnya saya membandingkan sebelum (2008) dan 4 tahun sesudah. saya membandingkannya 2008 vs 2009, lalu 2009 vs 2010 dst. apakah itu sudah benar ato membandingkannya 2008 vs 2009, 2008 vs 2010
    krn saya beranggapan bagaimana perkembangan th.1 stlhnya dengan th k2 setelah penerapan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya benar. Selama data bersumber dari objek yang sama, maka boleh pakai t paired

      Hapus
  11. mw tanya.. lw judul penelitian pengaruh penggunaan media terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.menggunakan quasi one group pre-post design, pakai uji t yg gmna ya..
    terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. One Group pre post itu tidak menggunakan kontrol, treatment ada diantara pre dan post, Maka subjek dari 1 sumber, berarti related/berpasangan. Maka uji T Paired yang digunakan.

      Hapus
  12. Saya disarankan menggunaka uji t paired dengan dua kelompok yang saling mengontrol. Tolong dijelaskan lebih detail ya mas. terutama pada kata "dua kelompok saling mengontrol". Maksudnya apa dilakukan pengolahan data dua kali, satunya treatmen yang lain kontrol secara gantian. Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin yang dimaksud adalah berpasangan. Artinya kelompok 1 tidak bisa lepas dari kelompok 2, misal: Nilai ujian sebelum tryout dan nilai ujian setelah tryout. Kedua kelompok tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab subjeknya sama. Misal yang diuji 20 orang, maka dia dapat treatment yaitu tryout. apabila 1 orang (misal responden ke 20) tidak diuji di kelompok sesudah tryout, maka 1 orang yang sama tersebut (misal responden ke 20) juga harus keluar dari perhitungan saat sebelum tryout, meski sesungguhnya dia ikut try out. Sehingga jumlah sampel akan sama 20-1=19. Begitulah kira-kira yang dimaksud dosen anda.

      Hapus
  13. Assalamualaikum,, mas sy mau tanya, ada nggak refrensi yang mengatakan jika kita mau mengolah data utk penelitian komparativ kita harus uji outlier dahulu kemudian baru uji asumsi klasik ? kasus sy,, data normal sblm outlier, tpi dosen sy mengatakan uji outlier dulu, sehingga hasilnya lebih valid, tpi sy blm menemukan refrensi yang mngatakan begitu. mhn bantuannya mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. http://pareonline.net/getvn.asp?v=9&n=6

      Masih perdebatan tentang keharusan melakukan remove outlier sebelum melakukan uji Regresi, Anova atau t Test. Tetapi keuntungan yang didapat dengan melakukan remove outlier adalah pengujian akan lebih tajam, sebab dapat mengurangi error. Pada t test, biasanya nilai mean difference akan sedikit turun dan begitu juga dengan nilai t.

      Hapus
  14. maaf saya mau tanya,, kalau ingin mengetahui perbedaan tingkat pngetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dan stelah penyuluhan itu pakai t paired apa wilcoxon?

    BalasHapus
    Balasan
    1. T paired bila skala data pengetahuan menggunakan skala interval/rasio dan berdistribusi normal

      Hapus
  15. mas, saya sedang melakukan penelitian tentang efektifitas zeolit, karbon aktif dengan pasir aktif terhadap penurunan kadar mangan dalam air. dengan variabel bebas jenis media dan variabel terikatnya kandungan mangan setelah proses penyaringan. Saya menggunakan desain penelitian one group pre test post test..
    awalnya saya akan menggunakan uji kruskal wallis. tapi kata pembimbing saya, variabel yang jenis datanya nominal tidak dapat di analisis jika berpasangan dengan data berskala rasio (v.bebas saya nominal, v.terikat saya rasio). saya bingung harus pakai uji statistik apa. mohon bantuannya, terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin yg diinginkan pembimbing anda adalah: Multiway Anova

      Hapus
  16. pak maw tanya,,,cara mengetahui data yang berdistribusi normal atau tidak itu gimana ya,,,trimakasih,,

    BalasHapus
  17. pak mau tanya jika saya menggunakan analisis friedman test itu menghasilkan

    N 56
    Chi-Square 176.589
    df 4
    Asymp. Sig. .000

    apakah data saya salah, atau saya salah memasukan data, soalnya dari bebrapa penelitian yang saya baca yg mnggunakan friedman test Asymp. Sig tidak perna bernilai .000

    Terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tdk bisa komentar banyak, sebab saya tidak tahu bagaimana cara anda memasukkan data pada SPSS

      Hapus
    2. tp jika Asymp Sig menunjuka angka .000 itu memang wajar pak

      Hapus
  18. mas saya sedang melakukan penelitian tentang pengaruh teknik relaksasi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri, saya menggunakan desain penelitian one group pre-post test,Variabel independent: Teknik relaksasi finger hold,Variabel Dependen:
    Intensitas nyeri, variabel dependen:skala rasio , saya disuruh uji normalitas untuk intensitas nyerinya, gimana ya caranya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lihat dulu jumlah sampelnya. Jika > 200 anda bebas pilih uji normalitas yang mana, pakai Kolmogorov Smirnov juga boleh. Tetapi yang terbaik Shapiro Wilk dan Shapiro Francia atau bisa menggunakan Skewness Kurtosis, Barja Square, Anderson Darling, Ryan Joiner, dll atau boleh ditambah menggunakan grafik: Normal QQ Plot, Normal PP Plot, detrend QQ Plot, Box Plot, Steam Leaf dan Histogram.

      Hapus
    2. Jika kurang dari 50 dan lebih >7 gunakan Shapiro Wilk (Asal tidak lebih dari 1000)atau S Francia (Asal tidak lebih dari 5000). Jika lebih dari 5000 gunakan skewness kurtosis (sangat dianjurkan) atau Kolmogorv Smirnov.

      Hapus
    3. sudah saya coba dgn anova tapi kok tabel "Test Of homogeneity of variances" nya kosong dan symp dan F nya tidak ada ya, apa ad yg salah dgn data saya ?

      Hapus
    4. Ada yang salah dengan data anda

      Hapus
  19. Selamat malam, Mas..
    mohon petunjuk, Mas..
    saya sedang mengerjakn skripsi dengan melihat referensi skripsi yang lain.
    Skripsi tsb, menggunakan Kolmogorov Smirnov untuk mengetahui apakah
    ada hub antar variabel.
    Yang menjadi pertanyaan saya, apakah Kolmogorov Smirnov bisa digunakan
    untuk mengetahui hub antar variabel?
    Terima kasih__

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak bisa, Kolmogorov Smirnov untuk uji komparatif, artinya menentukan apakah ada beda, jadi bukan asosiatif atau menilai hubungan.
      Kolmogorov yang lain untuk uji normalitas.

      Hapus
  20. Selamat malam mas Hidayat.
    saya ingin bertanya. penelitian saya berjudul "pengaruh pendidikan kesehatan gigi terhadap pengetahuan dan sikap dalam memelihara kesehatan gigi pada anak SD...". berskala ordinal ordinal. responden 62. pre post design. tanpa kelompok kontrol.
    bagaimana cara menguji normalitas data data ini??
    dan uji analisa data apa yg cocok??

    Terima kasih banyak. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pengaruh maka gunakan regresi ordinal. Karena data ordinal maka bukan uji parametris, jadi tidak perlu ada uji normalitas.

      Hapus
  21. Selamat pagi pak.. makasih untuk artikel2nya
    saya meneliti ttg efektifitas penyuluhan ttg obesitas thdp peningkatan pengetahuan remaja dlm mncgah obesitas. mgnkn uji t berpasangan. t hitungnya dapat - (minus).. soalnya kan nilai sebelum pnyuluhan lebih rendah dari nilai sesudah penyuluhannya..soalnya kebanyakan liat contoh yang berat badan sebelum dan sesudah (sebelumnya lebih tinggi dari sesudahya).. bagaimana pak? apa itu berarti Ho diterima? atau saya harus mengunakan uji yg lain atau ada kesalahan yang saya tidak tahu saat menggunakan uji t ini? makasih pak atas bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak salah, kalau nilai t positif maka cara mengambil kesimpulan: t hitung > t tabel = H1 diterima. Sedangkan jika t hitung nilainya negatif, maka kesimpulannya= -t hitung < -t tabel = H1 diterima. Atau dengan cara lain: anda absolutkan dulu, jadi hilangkan nilai negatif, maka kembali seperti awal: +t thitung > + t tabel = H1 diterima.

      Hapus
  22. maaf pak mau nanya,
    penelitian saya pake uji beda t-test independen, itu datanya harus berdistribusi normal dulu ya ?
    nah saya udah uji normalitasnya pake kolmogorov-smirnov tapi hasilnya tidak normal, saya udah transform tetap tidak normal, itu harus gimana ya ?
    mohon balasannya, makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada Independen T Test yang harus normal itu residualnya, bukan data per variabelnya

      Hapus
  23. maaf saya mau nnya
    saya lagi penelitian ttg kepadatan coliform utk pasang dan surut jadi analisis uji-t yang tepat tu menggunakan yang mana y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pasang dan surut itu menggunakan subjek yang sama, maka gunakan uji t paired

      Hapus
  24. sampel saya hanya 12, setiap hari kan langsung dilakukan pre dan post jadi pre nya ada 3 & post nya ada 3 , setelah duji normalitas dgn Shapiro Wilk distribusi datanya normal, kira2 pakai uji statistik apa ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau uji non parametris untuk perbedaan berpasangan data interval yang tidak berdistribusi normal adalah uji Friedman atau Kendall W. Sebaiknya gunakan kendall W.

      Hapus
  25. mw tanya, saya pnelitiannya menggunakan desain randomized ontrol group desain pretest posttest, yg eksperimen diberi perlakuan, yang kontrol tidak. tapi Jumlah sampel kls eksperimen 40 dan kls kontrol 39. sebaiknya pakai uji t dependen atau independen? thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Independen t test: untuk melihat adakah perbedaan nilai pre test antara kelompok kontrol dan experimen, untuk melihat adakah perbedaan nilai post test antara kelompok kontrol dan experimen.

      Hapus
  26. Kalau desain penenlitiannya pretest-posttes control group design tetapi jumlah sampel eksperimen dan kontrolnya berbeda yaitu 42 dan 41, sebaiknya pake uji t paired atau t independen? thx

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Independen t test: untuk melihat adakah perbedaan nilai pre test antara kelompok kontrol dan experimen, untuk melihat adakah perbedaan nilai post test antara kelompok kontrol dan experimen.

      Hapus
  27. Assalamualaikum, maaf saya ingin bertanya. Kalo untuk rumus uji efektifitas dalam eksperimen bagaimana ya? Saya disuruh melihat kurva perbandingan antara kelompok pre-post test intervensi dan pre-post kontrol dengan melihat persen dr kedua kelompok. Mohon bantuannya. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gunakan Uji Anova (perlakuan terhadap post test) serta uji Ancova (perlakuan dan pretest terhadap post test)

      Hapus
  28. pak anwar.. judul skripsi saya " pengaruh latar belakang pendidikan siswa terhadap kemahiran membaca bahasa arab untuk kelas 1 mts " dosen pembimbing saya menyuruh saya menggunakan uji t . tp saya bingung, harus pake uji t yg apa?uji t one sempel,paired atau independen t test pak? n mengapa?? tolong ya pak jawaba bapak

    BalasHapus
    Balasan
    1. independen t test, sebab subjek berbeda berdasarkan latar belakang masing-masing.

      Hapus
  29. Assalamuálaikum, Pak Anwar..
    Saya sedang mengolah data untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah dalam bentuk unit dan Rp. Tapi output paired sample t test saya standar errornya cukup tinggi. Kalau saya transform datanya (baik unit dan Rp) terlebih dulu, boleh tidak ya pak??
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. T paired harus data dari subjek yang sama. Misal yang diuji rupiah sebelum dan rupiah sesudah. Atau unit sebelum dan unit sesudah. Ditransformasi boleh.

      Hapus
  30. Selamat malam pak anwar, saya bagus, saya sangat tertarik dengan tulisan bapak...saya ingin bertanya dan meminta pencerahan kepada bapak..terhadap dua kelompok data yang dapat dilakukan uji paired t test apakah kedua kelompok data tersebut harus terdistribusi normal? ataukah perbedaan/selisih dari dua kelompok data tersebut yang harus terdistribusi normal?
    Terima kasih banyak sebelumnya pak...

    BalasHapus
  31. pak anwar, saya ingin bertanya apakah sebelum melakukan uji t paired harus melakukan uji normalitas terleh dahulu?

    BalasHapus
  32. Pak anwar saya ingin bertanya,,
    Saya masih bingung knpa seandainya data tersbut tdk berdistribusi normal tdk blh menggunakan uji paired t-test tetapi di ganti dng uji wilcoxon test?
    Mohon bantuannya pak,,terimaksaih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena t paired adalah uji parametris, di mana ada parameter-parameter yang harus terpenuhi. Jika parameter tersebut dilanggar maka hasil uji tersebut tidak sah atau dapat menunjukkan hasil yang sesungguhnya berbeda. Sedangkan wilcoxon adalah uji non parametris yang tidak membutuhkan parameter. Akan tetapi dengan uji non parametris kita akan kehilangan banyak informasi yang berharga.

      Hapus
  33. Selamat malam Mas Anwar, Saya sedang meneliti tentang perbedaan tingkat manajemen laba perusahaan manufaktur sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Karena Saya baca uji paired t test harus melakukan uji normalitas terlebih dahulu, yang ingin Saya tanyakan uji normalitas seperti apakah yang harus Saya lakukan? apakah seperti uji normalitas sebelum regresi (uji k-s per variabel)atau uji normalitas lain. mohon pencerahannya dan tutorial simpelnya Mas jika berkenan, terima kasih banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji Normalitas pada selisih kedua kelompok (Pre dikurangi Post)
      Jenis Uji normalitas yang digunakan sesuaikan dengan jumlah sample, kalau kurang dari 50 sebaiknya gunakan Shapiro Wilk atau Shapiro Francia. Jika Lebih dari 50 boleh menggunakan Lilliefors. Jika sangat besar, misal > 2000 sebaiknya gunakan KS, Skewness Kurtosis atau Jarque Bera. Tapi Sekiranya juga anda memperhatikan software yang digunakan jika ingin cepat.

      Hapus
  34. maaf..mas saya mau nanya kalo skripsi dengan judul pengaruh keterampilan mengajar guru terhadap hasil belajar itu musti pke uji T ya...untuk melihat masing2 hubungan anatara variabel bebas dengan variabel terikat??? kalo di gunakan korelasi bisa nga mas...trimakash

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilihan uji sesuaikan dengan bentuk hipotesanya, kalau hubungan gunakan uji hubungan dan jika perbedaan gunakan uji beda. Uji T Paired atau T Bebas digunakan untuk uji Beda atau komparatif. Kalau korelasi maka gunakan uji korelasi, misal r pearson, spearman, kendall tau, gamma, somer's d, koefisien kontingensi.

      Hapus
  35. mohon maaf sebelumnya, saya mau bertanya, saya menggunakan uji t berpasangan dan syarat uji t harus melakukan uji normalitas dulu, responden saya sebanyak 20 orang, jika saya uji normalitas menggunakan kolmogorov apakah respondennya harus lebih dari 20 responden?
    mohon bantuannya, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Uji normalitas pada t paired adalah pada selisihnya, maka pilihan uji normalitas yang digunakan sesuaikan dengan jumlah sample. Jika < 50 gunakan Shapiro Wilk atau Shapiro Francia.

      Hapus
  36. untuk data pada tanggal peristiwa itu di masukkan ke sebelum atau ke sesudah perlakuan?, jika seperti contoh diatas untuk data berat badan pada waktu minum suplemen di masukkan ke sebelum atau ke sesudah perlakuan?
    terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya yang penting ada sebuah kejadian sebelum kejadian yang lain, itu aja. Kejadian yang lebih awal berarti sebelum.

      Hapus
  37. Sya ingin bertanya pak dlm pembacaan thitung dan t tabel hasil thitung saya -1,683 dan -2,454 t tabel yg sya dpt 2,011 . Dan ini sudah tentu t tabelnya diminuskan jadi -2,011 . Nah yg sya bingung -1,683 itu lebih besar dibandingkan -2,011 dan -2,454 lebih kecil dibandingkan -2,011 jika dibaca normal kekanan. Tetapi bnyak yg tidak melihat hasilnya minus dibeberpa referensi diinternet jdi -1,683 < -2,011 dan -2,454 > -2,011 . Nah mnurut anda bagaimana pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nilai minus harus selalu diperhatikan, itu menunjukkan perbedaan besarnya rata-rata antar kelompok, apakah kelompok pertama atau kelompok kedua

      Hapus
  38. pak klo nilai T ny minus bs di terima kah dlm penelitian?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bisa, artinya kelompok pertama memiliki rata-rata lebih rendah dari kelompok kedua

      Hapus
  39. kalau untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh dari variabel-variabel faktor, tetapi datanya independen dan dependent nya berupa ordinal, memakai uji apa ya? katanya GA bisa kalo pake regresi linier, dan apakah harus pakai non parametrik test?

    BalasHapus
  40. pak, kalau penelitian saya berjudul "pengaruh pembelajaran VAK terhadap pemahaman konsep siswa SMP", pakai uji T yang mana pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kelompok VAK adalah 2 kelompok yang bebas maka dengan uji independen t test

      Hapus
  41. mau tanya pak, kalo misalnya ttg tingkat kemiskinan di kota dan desa itu pakainya independen atau paired ya? tq.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena subjek berbeda, tentunya harus menggunakan independen t test

      Hapus
  42. assalamu'alaikum..
    pak saya mau tanya , judul skripsiny ttg efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadp hasil belajar dibandingkan dengan metode konvensional. yg ingin sya tnyakan. uji yg digunakan ap pak dan skala nya ap pak? terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya harus tahu bentuk hipotesanya dan datanya dulu, baru bisa memberi keterangan. Atau anda dapat menggunakan jasa kami dalam bantuan olah dan analisa data dengan sms saya: 085748695938.

      Hapus
  43. Selamat malam pak,
    saya ingin menanyakan data yang digunakan untuk analisis deskriptif adalah data asli atau data yang sudah di transform?

    terima kasih

    BalasHapus
  44. Komentar di Artikel ini "t paired dengan SPSS" sudah penuh, jadi bagi yang ingin berkomentar atau bertanya tentang t paired dengan SPSS, silahkan gunakan form diskusi di facebook di link berikut ini:
    http://statistikian.blogspot.com/p/diskusi-di-facebook.html

    BalasHapus
  45. Mohon bantuannya pak,,,
    saya melakukan penelitian analisis kualitas buku teks ipa untuk SD.
    saya mengambil 4 buku terbitan swasta dan 4 buku terbitan pemerintah (BSE).
    instrument yang saya gunakan terdiri dari 11 kriteria dengan masih banyak lagi lagi sub kriteria.
    data penelitian saya berbentuk interval. yang nantinya bila dijumlahkan pada setiap sub kriteria dan kriteria akan menjadi skor total.
    dari skor total tersebut sudah terlihat kualitas buku (sekali lagi data interval).
    selanjutnya saya ingin membandingkan kualitas buku terbitan swasta dibanding terbitan pemerintah menggunakan SPSS.
    nah mengingat sampel saya hanya 8 buku (masing2 4 buku) sedangkan tidak mungkin untuk UJI NORMALITAS populasi, Statistik apakah yang dapat saya gunakan?
    makasih banget sebelumnya, semoga bantuan bapat diganti oleh allah dengan kesuksesan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk uji normalitas pada sampel sebanyak minimal 3 sampel, masih dapat dilakukan dengan uji shapiro wilk. Baca artikel saya tentang normalitas data dengan SPSS atau shapiro wilk. Untuk uji non parametris yang tepat seperti kasus anda, yaitu uji komparatif 2 sampel bebas, yaitu uji mann whitney u test. Komentar di Artikel ini "t paired dengan SPSS" sudah penuh, jadi bagi yang ingin berkomentar atau bertanya tentang t paired dengan SPSS, silahkan gunakan form diskusi di facebook di link berikut ini:
      http://statistikian.blogspot.com/p/diskusi-di-facebook.html

      Hapus
  46. mas kalau subjek saya kurang dari 10 (subjek saya 9) apakah bisa langsing menggunakan uji-t?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa asal memenuhi asumsi normalitas

      Hapus
  47. SALAM....
    Saya Ego, mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang jumlah mikroorganisme tanah di DUA LOKASI YG BERBEDA. masing2 lokasi saya mengambil 5 contoh sampel (total 10 sampel dari kedua lokasi) apa ada pengaruhnya dengan hasil analisis data??? saya menggunakan uji-t, tpi msih bingung, baiknya yang mana???,,, kalau 10 sampel dari tiap lokasi??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh pakai uji independen t test, tapi sebelumnya cek dulu asumsi normalitas pada tiap kelompok, jika tidak normal maka gunakan uji mann whitney u test

      Hapus
  48. pak, klo nilai t nya minus mksudnya gmana pak dan cara mengetahui pvalue> atau<0.05 gmana pak? trmkash

    BalasHapus
    Balasan
    1. t minus berarti rerata kelompok 1 < kelompok 2

      Hapus
  49. Pak,,
    saya sedang penelitian tentang pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap jumlah pertumbuhan bakteri pada suatu media, olah datanya pake statistik metode apa y?
    sampel disimpan pada pada suhu kamar dan refrigerator sampai 2 hari, masing - masing dilakukan pengujian pada hari ke 1 dan ke-2 setelah itu dihitung jumlah koloni yang tumbuh dan dilihat apakah ada perbedaan dari pertumbuhan pada sampel yang diuji pada hari ke 1 dan ke 2..
    makasih mohon dibalass ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau suhu dan waktu skala nominal dan jumlah bakteri skala interval, dan variabel terikat adalah 1 variabel yaitu pertumbuhan bakteri dari hari ke-1 hingga hari ke-2, bisa menggunakan uji two way anova. Tetapi jika variabel terikat adalah 2 hari yaitu hari ke-1 dan hari ke-2, maka menggunakan repeated measure. Sekarang kembali pada anda, sesuaikan dengan tujuan penelitian anda, apakah yang anda uji adalah pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri selama 2 hari, atau pengaruh pada hari ke-1 dan ke-2.

      Hapus
  50. kalau untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu penyimpanan sampel sebelum pengujian terhadap pertumbuhan bakteri pakai uji apa y? two ways anova kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau jumlah bakteri hari pertama anda jadikan faktor yang juga berpengaruh, maka akan ada 3 faktor prediksi dalam model anda, yaitu suhu dengan skala nominal, waktu juga skala nominal, dan jumlah bakteri hari pertama dengan skala interval, serta variabel terikat yaitu jumlah bakteri hari kedua, maka gunakan uji Ancova, karena variabel bebas anda campuran antara data kuantitatif (interval/rasio) dan kualitatif (nominal/ordinal).

      Hapus
  51. selamat malam pak,,saya mau nanya dalam pengolahan data statistik deskriptif metode pengolahan yang mana yang paling baik,,apa pengolahan data tunggal,data bergolong,menggunakan spss atau menggunakan minitab pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang lebih baik mana itu tergantung tujuan penelitian dan hipotesa anda. Perihal software apa, itu sama saja, tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan alat analisis dan metode analisis dalam software tersebut. Tidak semua analisis ada dalam tiap software.

      Hapus
  52. aslmkm.. pak hidayat.. saya mau tanya sumber buku yang digunakan untuk uji t paired, buku apa yah ? karena saya melihat di buku sudjana, russefendi, sugiyono, riduwan, furqon dll itu tidak ada rumus t paired. sedangkan saya harus menggunakan rumus ini. (atau saya yang salah liat yah -_- ) mohon bantuannya pak. makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dicek kembali. Perlu diingat bahwa t paired disebut juga pairing t test atau uji t sampel berpasangan. Saya ulangi sekali rumus t paired = rerata perbedaan antar pasangan/(standart deviasi perbedaan antar pasangan/Akar(jumlah sampel)).

      Hapus
  53. Ass.. pak hidayat, penelitian saya ingin mengetahui perbedaan pendapatan usahatani sebelum dan sesudah banjir. apakah sesuai jika saya menggunakan analisis paired t test?, apakah harus diuji normalitas?, dan uji normalitas apa yang cocok untuk penelitian saya?
    mohon bantuannya, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika pendapatan sebagai variabel terikat berskala interval/rasio, maka tepat jika menggunakan uji t paired sebab subjek berpasangan. Uji normalitas perlu dilakukan dan jenis uji yang digunakan sesuaikan dengan jumlah sampel. Baca artikel-artikel saya tentang uji normalitas untuk memahaminya. Trims.

      Hapus
  54. pak saya ingin tanya, skripsi saya mengenai memandingkan pendapatan usahatani sebelum dan sesudah banjir. apakah bisa analisisnya menggunakan paired t-test?
    mksih,. mhon jwabnnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa, jika skala data pendapatan adalah interval/rasio.

      Hapus
  55. Pak...maaf sya sdang mlaksankan pnelitian ttg hub metode pemberian tugas dgn prstasi bljar.dgn desain pre n post test..jg dgn klmpok kontrol..sya bingung stlah mndapat data pre test harus diolah spt apa dulu?terima kasih bnyak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Diolah sesuai kebutuhan. Kebutuhan anda kan menjawah hipotesa. Hipotesanya anda adalah hubungan. Jadi lakukan uji hubungan. Kalau ada syaratnya, ya syaratnya diuji dulu.

      Hapus

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

bantuan olah data