Sabtu, 11 Agustus 2012

Regresi Linear Sederhana dengan SPSS

Contoh Regresi Linier Sederhana dengan SPSS


Artikel ini akan mengupas contoh regresi linier sederhana dengan SPSS menggunakan data regresi menggunakan data yang dipakai seperti pada perhitungan korelasi. Analisis regresi sederhana merupakan salah satu metode uji regresi yang dapat dipakai sebagai alat inferensi statistik untuk menentukan pengaruh sebuah variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Regresi linear sederhana ataupun regresi linier berganda pada intinya memiliki beberapa tujuan, yaitu:
  1. Menghitung nilai estimasi rata-rata dan nilai variabel terikat berdasarkan pada nilai variabel bebas.
  2. Menguji hipotesis karakteristik dependensi
  3.  Meramalkan nilai rata-rata variabel bebas dengan didasarkan pada nilai variabel bebas diluar jangkaun sample.

Pada analisis regresi sederhana dengan menggunakan SPSS ada beberapa asumsi dan persyaratan yang perlu diperiksa dan diuji, beberapa diantaranya adalah :
  1. Variabel bebas tidak berkorelasi dengan disturbance term (Error). Nilai disturbance term sebesar 0 atau dengan simbol sebagai berikut: (E (U / X) = 0,
  2. Jika variabel bebas lebih dari satu, maka antara variabel bebas (explanatory) tidak ada hubungan linier yang nyata,
  3. Model regresi dikatakan layak jika angka signifikansi pada ANOVA sebesar < 0.05, • Predictor yang digunakan sebagai variabel bebas harus layak. Kelayakan ini diketahui jika angka Standard Error of Estimate < Standard Deviation,
  4. Koefisien regresi harus signifikan. Pengujian dilakukan dengan Uji T. Koefesien regresi signifikan jika T hitung > T table (nilai kritis),
  5. Model regresi dapat diterangkan dengan menggunakan nilai koefisien determinasi (KD = r2 x 100%) semakin besar nilai tersebut maka model semakin baik. Jika nilai mendekati 1 maka model regresi semakin baik,
  6. Residual harus berdistribusi normal ,
  7. Data berskala interval atau rasio,
  8. Kedua variabel bersifat dependen, artinya satu variabel merupakan variabel bebas (variabel predictor) sedang variabel lainnya variabel terikat (variabel response) Berikut ini contoh perhitungan regresi linier sederhana menggunakan software SPSS 20.

Proses mulai dengan memilih menu Analyze, kemudian pilih Linear,



Pilih variabel Y sebagai variabel dependen (terikat) dan X1 sebagai variabel independen (bebas) lalu klik tombol OK,



Output SPSS akan menampilkan hasil berupa 4 buah tabel yaitu;
  1. Tabel variabel penelitian,
  2.  Ringkasan model (model summary),
  3. Tabel Anova, dan
  4. Tabel Koefisien.



Cara membaca output spss hasil uji regresi linier tersebut adalah :
  1. Tabel pertama menunjukkan variabel apa saja yang diproses, mana yang menjadi variabel bebas dan variabel terikat.
  2. Tabel kedua menampilkan nilai R yang merupakan simbol dari nilai koefisien korelasi. Pada contoh diatas nilai korelasi adalah 0,342. Nilai ini dapat diinterpretasikan bahwa hubungan kedua variabel penelitian ada di kategori lemah. Melalui tabel ini juga diperoleh nilai R Square atau koefisien determinasi (KD) yang menunjukkan seberapa bagus model regresi yang dibentuk oleh interaksi variabel bebas dan variabel terikat. Nilai KD yang diperoleh adalah 11,7% yang dapat ditafsirkan bahwa variabel bebas X1 memiliki pengaruh kontribusi sebesar 11,7% terhadap variabel Y dan 88,3% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar variabel X1.
  3. Tabel ketiga digunakan untuk menentukan taraf signifikansi atau linieritas dari regresi. Kriterianya dapat ditentukan berdasarkan uji F atau uji nilai Signifikansi (Sig.). Cara yang paling mudah dengan uji Sig., dengan ketentuan, jika Nilai Sig. < 0,05, maka model regresi adalah linier, dan berlaku sebaliknya. Berdasarkan tabel ketiga, diperoleh nilai Sig. = 0,140 yang berarti > kriteria signifikan (0,05), dengan demikian model persamaan regresi berdasarkan data penelitian adalah tidak signifikan artinya, model regresi linier tidak memenuhi kriteria linieritas.
  4. Tabel keempat menginformasikan model persamaan regresi yang diperoleh dengan koefisien konstanta dan koefisien variabel yang ada di kolom Unstandardized Coefficients B. Berdasarkan tabel ini diperoleh model persamaan regresi : Y =38,256 + 0,229 X1.
Agar anda memahami artikel ini, pelajari juga tentang Uji F dan Uji T: "Uji F dan Uji T" dan "Interprestasi Regresi Linear Berganda dengan Minitab"

10 comments :

  1. maaf.. nilai y x1 x2 x3 darimana ya?semisal data dasar yang kita gunakan seperti yang mas contohkan pada uji validitas&reabilitas, gmn caranya? maklum baru kenal sama variabel help me! thank's

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berasal dari banyak kemungkinan, tentunya tergantung pada definisi operasional anda

      Hapus
  2. mas, mau tanya soal maksud dari angka angka yang ditabel anova itu gmna ya?
    saya disuruh dosen saya untuk menambahkan penjelasan maksud dari angka angka pada tabel anova tsb.

    makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Istilah mean of squares dalam ANOVA tidak lain adalah rerata kuadrat skor simpangannya yang menunjukkan variansi suatu distribusi yang diamati. Mean of squares ini diperoleh dari jumlah kuadrat skor simpanganya atau yang dikenal dengan istilah Sum of Squares dibagi dengan jumlah sampelnya.
      Sum of Squares adalah sebuah teknik statistik yang digunakan dalam analisis regresi . Sum of Squares adalah pendekatan matematis untuk menentukan penyebaran data points. Dalam analisis regresi, tujuannya adalah untuk menentukan seberapa baik serangkaian data yang dapat dipasang ke fungsi yang mungkin membantu menjelaskan bagaimana seri data yang dihasilkan. Sum of Squares digunakan sebagai cara matematis untuk menemukan fungsi yang paling sesuai dari data.
      Ada dua metode analisis regresi yang menggunakan Sum of Squares: metode kuadrat terkecil linier dan metode kuadrat terkecil non - linear. Kuadrat terkecil mengacu pada fakta bahwa fungsi regresi meminimalkan jumlah kuadrat dari varians dari titik data aktual.
      DF adalah degree of freedom atau derajat kebebasan. Pada uji F, DF 1 adalah jumlah variabel - 1, sedangkan DF 2 adalah jumlah sample - jumlah variable.
      F adalah nilai F hitung. Nilai ini untuk menjawab hipotesa, jika nilai F hitung > F tabel DF 1 dan DF 2 tertentu dan probabilitas tertentu, maka keputusan terhadap hipotesa adalah menolak H0.
      Sig. adalah nilai P value atau derajat probabilitas hasil pengujian uji F. Pada penelitian dengan derajat kemaknaan 95% maka nilai Sig < 0,05 berarti ada pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen atau yang berarti menolak H0 dan menerima H1.

      Hapus
    2. assalamualaikum,
      pak saya mau bertanya :

      1. pak, katanya dalam penghitungan regresi linier berganda, data ordinal harus di intervalkan dulu ya?

      2. yg di intervalkan itu tiap-tiap hasil item pernyataan seperti nilai 5,,4,3,2,1 masing-masing di intervalkan

      3. atau jumlah yang menjawab 5 baru di intervalkan ,4, baru di intervalkan 3 di intervalkan ,2 di intervalkan , 1 baru di intervalkan (sari variabel x1, misalkan?)

      Hapus
    3. Apabila satu variabel terdiri dari 1 item soal, maka harus ditransformasi. Jika satu variabel terdiri dari lebih dari 1 item soal, maka tidak perlu ditransformasi.

      Hapus
  3. Malam Pak.
    Saya mau bertanya soalnya lagi bingung banget. Hehhe

    Saya melakukan penelitian dengan menggunakan regresi linear sederhana. Setelah saya running datanya, nilai anova saya diatas 0,05. Apa itu artinya model regresi saya ga bisa di pakai?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sig Uji F > 0,05 artinya variabel-variabel bebas tidak terbukti berpengaruh secara bermakna terhadap variabel terikat. Uji regresi linear adalah upaya mencari atau membentuk model prediksi prediksi yang terbaik. Maka dengan data anda yang ada, tidak dapat membentuk model prediksi yang terbaik. Model terbaik adalah model yang bersifat BLUE (Best Linear Unbiased Estimation).

      Hapus
  4. Jadi kira-kira apa ada solusi yang bisa dilakukan utk mengatasi hal tersebut?
    Saya meneliti tentang pengaruh intellectual capital terhadap ROA perusahaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawabannya adalah menolak H1 dan menerima H0.

      Hapus

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

bantuan olah data