Analisis SPSS

Friday, January 4, 2013

Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS


Heteroskedastisitas adalah adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi.

Mengapa dilakukan uji heteroskedastitas? jawabannya adalah untuk mengetahui adanya penyimpangan dari syarat-syarat asumsi klasik pada model regresi, di mana dalam model regresi harus dipenuhi syarat tidak adanya heteroskedastisitas.

Bagaimana melakukan uji tersebut? Jawabannya adalah ada beberapa cara, antara lain:
  1. Uji Glejser
  2. Uji Park
  3. Uji Spearman
  4. Melihat Grafik
Apakah ke empat uji di atas dapat dilakukan dengan SPSS? Jawabannya adalah "Ya."

Bagaimana cara melakukan Uji Heteroskedastisitas dengan SPSS? Mari kita bahas satu persatu.

Dalam artikel kali ini kita akan bahas uji yang pertama, yaitu Uji Glejser.

Anggap kita punya sebuah model yang akan diuji, yaitu "Pengaruh nilai ujian Fisika, Biologi dan Matematika Terhadap Rata-rata Nilai SPMB.

Data seperti di bawah ini:



Fisika
Biologi
Matematika
SPMB
78
80
81
82
89
90
91
92
78
79
80
81
90
91
92
90
67
78
79
81
78
79
80
81
80
81
82
83
67
70
71
72
77
78
79
80
56
57
60
61
92
87
88
89
67
68
72
73
63
64
65
66
88
89
90
91
83
84
89
90
82
83
84
85
81
82
83
84
69
70
76
77
90
91
92
93
67
77
78
79
63
64
65
66
88
89
90
91
83
84
85
86
66
67
68
69
81
82
83
84
87
88
89
88
92
93
94
95
98
99
94
90
75
77
78
79
80
81
82
79



Buka Aplikasi SPSS anda, jika belum punya download lewat LINK ini.

Buat 4 variabel dengan skala data "Scale" Type "Numeric" Decimal "0" dengan nama sesuai tabel di atas: Fisika, Biologi, Matematika dan SPMB.




Masukkan data di atas dengan cara COPAS.

Klik Menu, Analyze, Regression, Linear: Setelah terbuka jendela, Masukkan Fisika, Biologi dan Matematika ke kotak Variabel Independent dan masukkan SPMB ke kotak Variabel Dependent.




Cari tombol "SAVE" lalu klik maka akan muncul jendela baru, cari "Unstandardized" lalu centang, OK dan OK lagi sampai jendela tertutup.




Abaikan Output dan Lihat ada sebuah variabel baru dengan nama "RES_1"





Klik Transform, Compute Variabel: Pada Kotak "Target Variabel" Isi dengan RES2. Pada kotak "Numeric Expression" ketikkan rumus: "ABS_RES(RES_1)"

Rumus di atas tanpa tanda kutip dua.





Abaikan output dan lihat ada variabel baru dengan nama "RES2"

Klik Menu Analyze, Regression, Linear: Keluarkan SPMB dari kotak Variabel dependent dan masukkan variabel RES2 ke kotak Variabel dependent. 




Cari tombol "SAVE" lalu klik maka akan muncul jendela baru, cari "Unstandardized" dan hilangkan centang, OK dan OK lagi sampai jendela tertutup.

Lihat Output pada kolom "Sig.".




Kesimpulannya: Apabila nilai signifikansi (Sig.) > 0,05 maka tidak terjadi gejala Heteroskedastisitas.

Dari output di atas, maka tampak bahwa ketiga variabel tidak ada gejala heteroskedastisitas karena Sig. > 0,05.

Untuk uji yang lain seperti Uji Park, Spearman dan Melihat Grafik akan di bahas pada artikel berikutnya:
Terima kasih.





31 comments :

  1. Kalo membandingkan antara variabel X dan Variabel Y doank, apakah perlu Uji Asumsi Klasik??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau uji parametris akan selalu ada...tergantung sekarang uji membandingkan bagaimana, misal uji t paired/pairing t test: asumsinya adalah kedua kelompok homogen dan perbedaan kedua kelompok (differences) haruslah berdistribusi normal

      Delete
  2. ada ide gak ya utk judul skripsi yg bkaitan dgn heteroskedastisitas? hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apa aja, yang penting analisis datanya membutuhkan asumsi homoskedastik

      Delete
  3. mas kalo salah satu doang nilai signya kurang dari taraf nyata,masih dikatakan heteros gak?maksudny, walaupun nilai signifikansi didominasi oleh lebih dari taraf nyata tapi masih ada salah satu yg kurang dari sig,gmana?makasih

    ReplyDelete
  4. kalo misal ada 10 variabel,salah satu atau salah dua nilai signifikansinya kurang dari taraf nyata,masih bisa dikatakan tidak heteros gak?makasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus semuanya agar model menjadi baik untuk uji parametris

      Delete
  5. Mas, maksud dari nilai pada constant itu gmna ya? Apa mungkin nilainya 0.00? Trims

    ReplyDelete
    Replies
    1. Constant artinya besaran nilai yang dapat mempengaruhi perubahan variabel dependen tanpa perlu adanya intervensi dari variabel independen. Constant mungkin saja 0,00.

      Delete
  6. Mau bertanya, jadi kalau nilai sig constantnya dibawah 0,05 namun seluruh variabel bebas lebih dr 0,05 maka bisa dikatakan homoskedastisitas? trmksh.

    ReplyDelete
  7. kalau setelah mengikuti langkah-langkah diatas tapi masih ada 1 variabel yg Sig. nya masih dibawah 0,05 gimana???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dianggap bebas heteroskedastisitas. Perkuat dengan grafik atau uji yang lain.

      Delete
  8. Pak, kalau misalnya variable independen terdiri dari skala rasio dan ada dummy variable juga, apakah uji heterokedastisitas nya juga langsung bersamaan? Apakah akan berpengaruh terhadap hasil ujinya nanti?

    ReplyDelete
  9. Kalau variabel independen campuran rasio/interval dan kategorik maka disebut uji ancova. Uji heteroskedastisitas dilakukan serentak, bukan pada masing-masing variabel secara berurutan

    ReplyDelete
  10. Kalau terjadi heteroskedastisitas 2 dari 7 variabel, berarti 2 var tsb memiliki kesamaan varians kn? Bgmn menjelaskanny?
    Hal ini lazim kn?

    ReplyDelete
    Replies
    1. heteroskedastisitas bukan kesamaan varians. Heteroskedastisitas bermakna dari sebuah model atau semua variabel

      Delete
  11. Numpang nanya. Saya sedang skripsi dan hasil uji glejser saya utk salah satu variabel independen saya sig. nya = 1.000 dengan Unstandardized Coefficients B = -4.278E-005. Apakah hasil tersebut mungkin? Terima kasih.

    ReplyDelete
  12. mau tanya mas,,,
    kalu untuk uji park dan uji glejser bagaimana cara kita mengetahui hubungan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) signifikan atau tidak,dilihat dari nilai ysng mana???
    thanks be4...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tepatnya bukan hubungan, tetapi pengaruh. Lihat nilai Sig pada tabel coefficient. jika < 0,05 berarti ada pengaruh X terhadap Absolut Residual (misal pada uji glejser)

      Delete
  13. mas...saya rian mau tanya kalau ada hanya satu variabel dari 3 variabelyang nilai sig nya kurang dari 0,05 apakah variabel ini di dropkan atau TIDAK DIPAKAI dalam penelitian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dilakukan transformasi, bisa dengan Log Natural (LN), 1/LN, Membagi X dengan X1, Membagi X dengan salah X

      Delete
  14. mas, mau nanya. klo data mengikuti distribusi tertentu misalkn saja distribusi eksponensial. bgmn menguji hteroskedastisitasx. makasih

    ReplyDelete
  15. maksud dari nilai t yang negatif itu gy mna ya mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Artinya variabel bebas (X) yang bersangkutan mempengaruhi secara terbalik terhadap Y, artinya jika nilai X bertambah, nilai Y berkurang, begitu pula sebaliknya.

      Delete
  16. kalo ada hetero nya waktu dilakukan uji glejser di obatn bsa mas? klo di obatin apa untuk uji selnjutnya jg hrs pke data yg sama setelah do obatin?
    trimaksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemungkinan bisa. Dan harus menggunakan data yang diatasi, jadi harus terpenuhi semua asumsi secara serentak

      Delete
  17. Mas kalau datanya udah di rubah dari satuan rupiah ke bentuk logaritma dalam spss (dengan fungsi transformasi datanya log10(var_1)), gimana nanti bentuk persamaannya. apakah jadi "log Y = log b0 + log b1(X1)" atau "log Y = log b0 + b1 log X" atau gimana mas? Trus setelah itu apakah nilai intercep (b0) dan slope (b1) harus di transformasi kembali agar dapat di interprestasikan ataukah langsung di interprestasikan saja datanya?
    Makasih sebelumnya buat penjelasannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Misal X1 dan Y sama-sama ditransformasi Log: Log(Y) = b0 + b1 Log (x1) . Jadi constanta tidak perlu ikut dinyatakan dalam log. Yang perlu diinterprestasikan kembali bukanlah slope, melainkan variabel terikat atau Y. Jadi bila Log(Y), maka untuk mengembalikan nilai Y gunakan fungsi eksponen.

      Delete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Analisis SPSS