Analisis SPSS
Thursday, January 24, 2013
8:08 AM

Uji Homogenitas


Homogenitas

Pengujian homogenitas adalah pengujian mengenai sama tidaknya variansi-variansi dua buah distribusi atau lebih. Uji homogenitas yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah Uji Homogenitas Variansi dan Uji Bartlett. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah data dalam variabel X dan Y bersifat homogen atau tidak.

UJI HOMOGENITAS VARIANSI

Langkah-langkah menghitung uji homogenitas :
1. Mencari Varians/Standar deviasi Variabel X danY, dengan rumus :




2. Mencari F hitung dengan dari varians X danY, dengan rumus :




3. Membandingkan Fhitung dengan Ftabel pada tabel distribusi F, dengan

  • Untuk varians terbesar adalah dk pembilang n-1
  • Untuk varians terkecil adalah dk penyebut n-1
  • JikaFhitung < Ftabel, berarti homogen
  • JikaFhitung > Ftabel, berarti tidak homogen




Contoh :
Data tentang hubungan antara Penguasaan kosakata(X) dan kemampuan membaca (Y)






Kemudian dilakukan penghitungan, dengan rumus yang ada:



Kemudian dicari F hitung :




Dari penghitungan diatas diperoleh Fhitung 2.81 dan dari grafik daftar distribusi F dengan dk pembilang = 10-1 = 9. Dk penyebut = 10-1 = 9. Dan α = 0.05 dan F tabel = 3.18. Tampak bahwa Fhitung < Ftabel. Hal ini berarti data variabel X dan Y homogen.



Uji Bartlett


Misalkan samoel berukuran n1,n2,…,nk dengan data Yij = (I = 1,2,…,k dan j = 1,2,…,nk) dan hasil pengamatan telah disusun seperti dalam Tabel dibawah ini. Selanjutnya sampel-sampel dhitung variansnya masing-masing yaitu:




Untuk mempermudah perhitungan, satuan-satuan yang diperlukan uji bartlett lebih baik disusun dalam sebuah tabel sebagai berikut :




Dari tabel diatas hitung nilai-nilai yang dibutuhkan :
1. Varians gabungan dari semua sampel



2. Harga satuan B dengan rumus



Uji bartlett digunakan statistik chi-kuadrat yaitu :


Dengan ln 10 = 2.3026



SIGNIFIKANSI





Contoh :
Diambil data pertumbuhan berat badan anak sapi karena 4 jenis makanan




Dengan varian setiap adalah sebagai berikut :


1. Hipotesis



2. Nilai α

  • Nilai α = level signifikansi = 5% = 0,05

3. Rumus statistik penguji

  • Untuk mempermudah perhitungan, satuan-satuan yang diperlukan uji bartlett lebih baik disusun dalam sebuah tabel sebagai berikut:








5. Nilai tabel
Jika α = 5% dari tabel distribusi chi kuadrat dengan dk = 3 didapat X20.95(3) = 7.81.

6. Daerah penolakan

  • Menggunakan rumus 0,063 < 7.81 ; berarti Ho diterima, H1 ditolak

7. Kesimpulan


 

6 comments :

  1. kalo macam-macam uji homogenitas apa aja ya?
    apa hanya bartlet?
    mohon infonya...
    trimakasih

    ReplyDelete
  2. Mohon petunjuk,
    Apabila dalam SPSS saya menganalisa "descriptive Statistics" dandiasan ada mean dan standart deviasi.
    Apakah bisa nilai dari standart deviasi tersebut menjadi acuan homogenitas dan heterogenitas data pada sebua variabel, saya memilih apabila dalam satu variabel, indikator dengan std dev terkecil saya anggap homogen sebaliknya heterogen.
    Tetapi apabila selisih min dan maks hanya beda tipis 0.001 bagaimana?
    Terima kasih sebelumya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apakah nilai 0,001 yang anda maksud dapat mewakili keseluruhan populasi? Dapatkah nilai tersebut digunakan sebagai batasan untuk menyatakan dalam derajat kemaknaan 95% apakah bermakna atau tidak? maka jawabannya tidak. Jadi harus kita perhatikan probabilitasnya, maka dibuatlah rumus, salah satunya uji fisher f atau levene's test.

      Delete
  3. Jika α = 5% dari tabel distribusi chi kuadrat dengan dk = 3 didapat X20.95(3) = 7.81.

    X2= 0,95 (3), itu dari mana ya Mas? makasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. 0,95 adalah derajat kepercayaan yaitu 95%. dan nilai 3 adalah degree of freedom (DF) atau derajat kebebasan. Rumus DF = (c-1) (r-1). Di mana c adalah jumlah kolom dan r adalah jumlah baris. Untuk lebih jelasnya anda pelajari di: Chi-Square Tabel dalam excel.

      Delete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Analisis SPSS