Analisis SPSS

Sunday, March 3, 2013

Durbin Watson Tabel

Durbin Watson Tabel


Dalam dunia statistik, Uji Durbin Watson adalah sebuah test yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya autokorelasi pada nilai residual (prediction errors) dari sebuah analisis regresi. Yang dimaksud dengan Autokorelasi adalah "hubungan antara nilai-nilai yang dipisahkan satu sama lain dengan jeda waktu tertentu".
Uji ini dikemukakan oleh James Durbin dan Geoffrey Watson.

Pada saat anda melakukan deteksi Autokorelasi, anda tidak akan terlepas dengan tabel Durbin Watson. Tabel tersebut menjadi alat pembanding terhadap nilai Durbin Watson hitung.

Anda mungkin telah banyak membaca tentang tabel durbin watson, tetapi mungkin tidak semuanya memuaskan keinginan anda. Sebab sebagian besar tabel tersebut sangat terbatas, baik dalam jumlah sampel (n) atau jumlah variabel (k). Sebagian besar hanya sebatas n = 100 atau n = 200. Bagaimana jika jumlah sampel > 200?

Pada kesempatan ini, kami ingin berbagi sebuah Tabel Durbin Watson dengan jumlah sampel n = 2000 dan jumlah variabel (k) sebanyak k = 21.




Berikut di bawah ini adalah Tabel Durbin Watson lengkap dengan n = 6 - 2000, k = 2 - 21 dan batas kritis 5% (0,05), 2,5% (0,025), 1% (0,01).


Jika anda ingin mengunduhnya, klik link berikut:






Cara membaca Tabel Durbin Watson


T: Jumlah sampel (n)
k: Jumlah variabel
dL: Batas Bawah Durbin Watson
dU: Batas Atas Durbin Watson


Contoh: Kita melakukan uji regresi linear berganda dengan 2 variabel independen dan 1 variabel dependen dengan jumlah sampel sebanyak 50, didapatkan hasil Durbin Watson Hitung sebesar d = 2,010.

Maka nilai T = 50, k = 3. Selanjutnya pada tabel di atas cari nilai dL dan dU pada T = 50 dan k = 3, yaitu nilai dL = 1,46246 dan dU = 1,62833. Pada contoh di atas, nilai d = 2,010, maka kita hitung terlebih dahulu nilai (4 - d) = 1,990.

Cara menentukan atau kriteria pengujian autokorelasi adalah sebagai berikut:

Deteksi Autokorelasi Positif:
Jika d < dL maka terdapat autokorelasi positif,
Jika d > dU maka tidak terdapat autokorelasi positif,
Jika dL < d < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.

Deteksi Autokorelasi Negatif:
Jika (4 - d) < dL maka terdapat autokorelasi negatif,
Jika (4 - d) > dU maka tidak terdapat autokorelasi negatif,
Jika dL < (4 - d) < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.


Berdasarkan contoh di atas:
Deteksi Autokorelasi Positif:
Jika 2,010 < 1,46246 maka terdapat autokorelasi positif---> Salah
Jika 2,010 > 1,62833 maka tidak terdapat autokorelasi positif---> Benar
Jika 1,46246 < 2,010 < 1,62833 maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan---> Salah

Maksud di atas adalah, DW: 2,010 > DU: 1,62833, maka tidak terdapat autokorelasi positif.

Deteksi Autokorelasi Negatif:
Jika 1,990 < 1,46246 maka terdapat autokorelasi negatif---> Salah
Jika 1,990 > 1,62833 maka tidak terdapat autokorelasi negatif---> Benar
Jika 1,46246 < 1,990 < 1,62833 maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan---> Salah

Maksud di atas adalah, 4-DW: 2,010 yaitu 1,990 > DU: 1,62833, maka tidak terdapat autokorelasi negatif.


Maka dapat disimpulkan: pada analisis regresi tidak terdapat autokorelasi positif dan tidak terdapat autokorelasi negatif sehingga bisa disimpulkan sama sekali tidak terdapat autokorelasi.

Demikian artikel singkat kami tentang Durbin Watson Tabel. Bagaimana untuk mendapatkan nilai Durbin Watson dalam analisis regresi dengan Excel? Baca artikel kami selanjutnya tentang .

Semoga Bermanfaat.

29 comments :

  1. gan, punya saya terjadi autokorelasi positif saja.....bgmna cara selanjutnya utk mndapatkan regresi yang baik???? dari uji asumsi klasik sperti heterokedastisitas, linieritas dan normalitas itu semuanya lolos, hanya yang autokorelasi positifnya saja yang gak lolos......punya saya pakai regresi linier sederhana gan, mohon bantuannya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uji Autokorelasi diperlukan untuk uji regresi linear berganda terutama data yang berasal dari time series

      Delete
  2. klu T: 5 trs k: 3 gimna nyari dU nya ??

    ReplyDelete
  3. Hai Mas, sy mau tanya, uji asumsi ini dilakukan hanya untuk regresi berganda saja atau juga untuk regresi sederhana jg? uji asumsi mana saja yg diperlukan untuk regresi sederhana.

    Thanks :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Autokorelasi sering terjadi pada data time series, tetapi kadang juga terjadi pada data cross sectional.
      Asumsi klasik Regresi Linear Berganda: Linearitas, normalitas, homoskedastisitas, multikolinearitas dan autokorelasi
      Asumsi klasik Regresi Linear Sederhana: Linearitas, normalitas, homoskedastisitas dan autokorelasi

      Delete
  4. Mas Anwar, maaf saya mau tanya
    jika saat tes autokorelasi, hasilnya:
    Deteksi Autokorelasi Positif:
    Jika d < dL maka terdapat autokorelasi positif,--->SALAH
    Jika d > dU maka tidak terdapat autokorelasi positif,--->SALAH
    Jika dL < d < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.--->BENAR

    Deteksi Autokorelasi Negatif:
    Jika (4 - d) < dL maka terdapat autokorelasi negatif,--->SALAH
    Jika (4 - d) > dU maka tidak terdapat autokorelasi negatif,--->BENAR
    Jika dL < (4 - d) < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.SALAH

    apakah hasilseperti itu masuk pada kategori terdapat autokorelasi ??

    ReplyDelete
  5. Itu hanya cara pembaca agar mudah memahami apabila nilai d = 2,010. Mudahnya, tidak terdapat autokorelasi apabila: DW > DU dan 4-DW > DU. Atau 4-DW > DU < DW.

    ReplyDelete
  6. bagaimana agar lolos uji autokorelasi dg durbin watson? saya sudah coba menguji tapi hasilnya gagal. nilai d= 0,800 sedangkan du = 1.924 dl = 1.120

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba atasi dengan memasukkan variabel Lag Y ke dalam prediktor. Atau anda melakukan uji beda penuh. Jika tetap maka kemungkinan anda harus melakukan koreksi dengan uji regresi yang lain, misal robust regresi atau uji dengan data panel bila data dari time series.

      Delete
  7. maaf saya mau tanya, jika k=4 n=20 dw 2,465 itu terlalu besar dari dl dan du itu gimana yah?
    terimakasi.

    ReplyDelete
  8. maaf saya mau nanya ini jika dw 2,465 lebih besar dari dl 0,8943 dan du 1,8283 ini gimana?
    terimakasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. DW 2,465 > DU 1,8283 maka tidak ada autoorelasi positif. Tetapi 4 - DW = 4 - 2,465 = 1,535 < DU 1,8283 maka ada autokorelasi negatif. Jadi model regresi linear anda masih belum memenuhi asumsi non autokorelasi.

      Delete
  9. Mas saya mau tanya. Nikai k itu hanya jumlah variabel independenny saja atau konstanta juga di masukkan ? Tolong bnget ya mas. Terimakasih atas bantuannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam tabel ini, k berarti termasuk konstanta.

      Delete
  10. mas saya mau tanya kalo T=228 dan k=4 berarti du dl nya berapa ya?di tabel yg mas lampirkan ga ada langsung loncat dari 220 ke 230..terima kasih

    ReplyDelete
  11. mas anwar saya mau nanya
    bisa tidak nilai dl dan du ditentukan dengan bantuan ms. excel seperti t tabel dan t hitung?
    thanks

    ReplyDelete
  12. Mas Anwar, data saya ga lolos uji autokol positif. gimana caranya biar bisa lolos mas? data saya n 29 dan k 7.... :(
    Makasih mas sebelumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunakan Metode Lag_Y atau persamaan beda penuh

      Delete
    2. Metode Lag_Y adalah dengan memasukkan 1 variabel baru ke dalam model, yaitu Lag_Y. Lag_Y adalah variabel baru yang di dapat dari pengurangan nilai Y (Variabel dependen) dengan Y-1. Atau lebih mudahnya: Lag_Y = Yi - Yi-1. Misal Y sampel ke 20 nilai 40. Maka Yi yang dimaksud adalah nilai Y sampel ke-20, yaitu 40. Sedangkan Yi-1 adalah 1 sampel sebelum sampel Yi. Misal sample Yi adalah sampel ke-20 maka sampel Yi-1 adalah sampel ke-20-1= sampel ke-19. Misal nilai Yi-1 adalah 15, maka Lag_Y ke 20 adalah 40-15=25.

      Delete
    3. Cara ke-2 mengatasi masalah autokorelasi adalah dengan persamaan beda penuh. Intiny adalah sama dengan Lag-Y, hanya saja semua variabel diubah kedalam bentuk Lag.

      Delete
  13. Selamat siang.. saya evi mau bertanya kalau nilai dl dan du untuk k=6 dan n=690 berapa pak? Soalnya saya download tabel yang dilinkkan oleh bapak itu kelipatan 50. Jadi setelah 650 langsung 700 dll. Terima kasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunakan nilai yang terdekat dengan angka 690, jadi nilai DU dan DL pada k=6 dan n=700.

      Delete
  14. Mas Anwar,
    jika saat tes autokorelasi, hasilnya:
    Deteksi Autokorelasi Positif:
    Jika d < dL maka terdapat autokorelasi positif,--->SALAH
    Jika d > dU maka tidak terdapat autokorelasi positif,--->SALAH
    Jika dL < d < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.--->BENAR

    Deteksi Autokorelasi Negatif:
    Jika (4 - d) < dL maka terdapat autokorelasi negatif,--->SALAH
    Jika (4 - d) > dU maka tidak terdapat autokorelasi negatif,--->BENAR
    Jika dL < (4 - d) < dU maka pengujian tidak meyakinkan atau tidak dapat disimpulkan.SALAH

    apakah hasilseperti itu masuk pada kategori terdapat autokorelasi ??

    ReplyDelete
  15. Apabila nilai d < du dan d > dl maka pengujian tidak meyakinkan. Dikatakan tidak terdapat autokorelasi apabila nilai d > du dan (4-d) > du.

    ReplyDelete
  16. mudah di mengerti. terima kasih info artikelnya dan salam kenal.

    ReplyDelete
  17. mas, jika T=278 dan K=5....
    bisa gak saya pakai yg terdekat seperti T=280 dan K=5... tolong di jawab ya mas........

    ReplyDelete

Tinggalkan Komentar Anda Di Sini

Analisis SPSS